Pastikan Stok Padi dan Beras di Wilayah Jateng Aman, Ganjar Cek Panen Padi di Kendal

Daerah31 Dilihat

Kendal II SuaraIstana.com

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo kembali turun ke sawah untuk memastikan panen padi petani bagus, sehingga dapat memenuhi stok padi dan beras di wilayah Jawa Tengah. Kali ini, Ganjar melihat panen padi di Desa Kebonagung, Kecamatan Ngampel, Kabupaten Kendal, Selasa (14/2/2023).

“Kami mau buktikan, bahwa panen sudah dimulai. Jadi dengan panen yang sudah dimulai, harapan kami nantinya ini akan menjadi suplai. Sehingga, harapan kami harga juga akan mulai turun, karena pasokan makin banyak,” kata Ganjar, seusai melihat panen dan berdialog dengan petani di Desa Kebonagung, Ngampel, Kendal.

Panen padi di daerah Kabupaten Kendal sudah berlangsung hampir satu pekan lebih. Sepanjang perjalanan menuju lokasi, terpantau persawahan yang ditanami padi memang sudah banyak yang dipanen. Ganjar sempat berhenti di tengah perjalanan, tepatnya di sekitar Desa Pesawahan, Kendal, untuk menyapa petani. Di sekitar sawah itu, beberapa lahan bahkan terlihat sudah mulai diolah untuk tanaman sela, di antaranya bawang.

“Kalau panen itu sudah dilakukan, maka mudah-mudahan makin banyak stok-stok yang ada di lapangan. Kalau saya lihat hasilnya bagus,” kata Ganjar.

Sementara saat menyapa petani yang sedang panen di Desa Kebonagung, Ganjar berbincang dengan petani sekaligus penebas padi bernama Markawi. Dari keterangan Markawi, satu hektare sawah yang dipanen dapat menghasilkan sekitar tujuh ton padi.

“Pak Markawi menyampaikan ternyata produktivitas di sini bisa tinggi, bisa tujuh ton per hektare, bahkan ada yang sembilan ton. Kalau itu bisa terjadi, itu sukses besar,” ungkapnya.

Selain menyampaikan hasil panen padi, kesempatan bertemu dengan Ganjar juga digunakan untuk menyampaikan keluhan terkait pupuk. Bahkan, ia mengaku menemukan pupuk bersubsidi yang dijual dengan harga nonsubsidi di pasaran.

Mendengar keluhan itu, Ganjar langsung meminta nomor telepon Markawi, dan memintanya untuk segera melaporkan apabila masih mendapati temuan serupa.

“Tadi disampaikan oleh para petani sangat bagus sekali, Pak ini ada pupuk yang dibeli oleh orang yang tidak seharusnya mendapatkan. Artinya ada tulisan bersubsidi dijual harga nonsubsidi. Laporkan ke saya, maka tadi saya minta langsung nomor teleponnya, agar kami bisa tahu untuk bisa menyampaikan kepada kami, siapa yang kemudian mengambil pupuk itu. Itu akan disikat semuanya,” tegas gubernur.

Ganjar menambahkan, distribusi pupuk untuk petani memang harus dikontrol dengan benar agar tepat sasaran. Ia juga mengakui, kebutuhan pupuk di lapangan memang belum tercukupi. Itu tentu akan berpengaruh dengan produktivitas petani. Meski demikian, Ganjar juga meminta agar mencari alternatif untuk pupuk.

“Maka kalau kemudian produktivitas kita mau tinggi, pilihannya ya harus menambah, tapi yang kedua juga harus mengawasi. Kalau nggak ya kita mesti ada alternatifnya, apakah mungkin dengan organik, atau kemudian menggunakan metode yang lain,” tandasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *